…Tidak mungkin… Sudah Volume 4? Serius? Ini bukan mimpi, kan?
Terima kasih banyak, ini malam hujan penuh rasa syukur!
Seperti yang kusebutkan di kata penutup Volume 3, rasanya kita sudah menyelesaikan tutorial dan mulai masuk ke permainan sebenarnya. Kali ini, fokusnya adalah pemerintahan domestik Rofus-kun, ya? Nah, seperti yang kujanjikan di kata penutup sebelumnya, mari kita masuk ke penjelasan tentang teknik sihir. Untuk volume ini, aku akan berfokus pada teknik yang berkaitan dengan perapalan mantra.
Seperti yang dijelaskan di kata penutup Volume 3, Attribute Magic mengikuti proses tiga tahap: Spell Incantation, Magic Name Declaration, dan Magic Activation. Sederhananya, Spell Incantation menyampaikan cetak biru sihir kepada para lesser spirit, Magic Name Declaration memfinalisasi bentuk sihir, dan Magic Activation mewujudkannya menjadi fenomena nyata.
Pertama, mari kita bahas Chant Abandonment. Sesuai namanya, teknik ini melewati tahap Spell Incantation, memungkinkan perapal mengaktifkan sihir hanya dengan Magic Name Declaration. Dengan mempersingkat waktu perapalan, sihir bisa dilepaskan jauh lebih cepat. Di tengah panasnya pertempuran, ketika waktu lebih berharga daripada emas, teknik tingkat lanjut ini bisa membalikkan keadaan. Tentu saja, menguasainya cukup sulit. Seperti yang disebutkan sebelumnya, Spell Incantation berfungsi sebagai cetak biru bagi para lesser spirit yang menyusun sihir. Melewati incantation sama seperti menuntut tukang kayu membangun rumah tanpa cetak biru—permintaan yang cukup tidak masuk akal!
Bagi mage yang belum berpengalaman, mencoba ini kemungkinan besar akan membuat sihirnya gagal total. Untuk berhasil memberikan perintah keterlaluan seperti itu kepada para lesser spirit, dibutuhkan dua hal: kecocokan yang kuat dengan atribut sihir tersebut dan kemampuan teknis untuk membangun sihir secara mandiri jika bantuan para spirit tidak mencukupi. Hanya dengan dua faktor itulah teknik ini dapat diwujudkan. Kekurangannya? Jika dukungan lesser spirit tidak mencukupi, kekuatan sihirnya bisa berkurang. Fakta bahwa sihirnya bisa aktif saja sudah cukup mengesankan, tetapi protagonis kita, Rofus-kun, menggunakannya seolah itu hal biasa. Benar-benar pantas menyandang gelar anak ajaib! Meski begitu, teknik ini sangat berguna dalam pertarungan sihir, dan di kerajaan, banyak mage terampil yang sudah menguasainya. Walaupun tingkat kesulitannya tinggi, di antara teknik sihir, teknik ini relatif dikenal luas.
Sekarang, aku sebenarnya ingin lanjut ke No-Chant Casting… tapi sepertinya sudah waktunya menutup pembahasan, jadi kali ini sampai di sini dulu. Kalau ada kesempatan berikutnya, aku akan membahas No-Chant Casting saat itu. Semoga kita bisa bertemu lagi segera.
Yoshitsugu Kurokawa